+62 822 600 700 80 info@antaresenergi.com

Seluruh dunia telah mengakui dan memang benar adanya bahwa negara kita, Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Sumber Daya Tambang adalah salah satu kekayaan terbesar di Indonesia. Bahkan, Indonesia masuk ke dalam daftar negara penghasil tambang terbesar di dunia. Kekayaan sumber daya tambang ini membuat negara Indonesia membutuhkan program Reklamasi Tambang.

Apa itu Reklamasi Tambang? Bagaimana proses Reklamasi Tambang? Seberapa penting peran Reklamasi Tambang dalam kelangsungan kehidupan? Mengapa harus memilih kontraktor reklamasi tambang? Melalui artikel ini, kita akan melihat bagaimana peran reklamasi tambang di Indonesia secara lengkap

Kekayaan dan Industri Tambang di Indonesia

Ketika dihadapkan dengan topik pertambangan, mungkin salah satu hal yang terlintas di benak masyarakat adalah PT. Freeport Indonesia yang begitu sering muncul di berita. PT. Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan tambang emas yang sangat besar dan terkemuka, tidak hanya terkenal di Indonesia saja tetapi terkenal di seluruh dunia. Tetapi, kekayaan sumber daya tambang tidak hanya terbatas pada emas saja.

Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan tambang, yang bahkan mungkin hingga kini masih ada yang belum terjamah. Beberapa sumber daya tambang yang dimiliki Indonesia di antaranya adalah Sumber Daya Tambang Minyak Bumi, Gas Alam, Batu Bara, Timah, Emas, Tembaga, Mangan, Nikel, Intan, Batu Gamping, Batu Pualam, Bauksit, dan masih banyak lagi. 

Ragam sumber daya tambang ini tentu membuat berdampak pada maraknya perusahaan tambang yang muncul di Indonesia. Industri pertambangan berkembang pesat dari tahun ke tahun. Bahkan, seperti dilansir laman hmt.mining.itb.ac.id, sektor tambang Indonesia disebut-sebut menjadi penyelamat devisa negara di tahun politik 2019 lalu. 

Seperti sebuah koin yang memiliki dua sisi, di dalam setiap hal baik selalu saja ada resiko yang harus ditanggung. Begitu pula yang terjadi pada industri pertambangan. Ketika sebuah lokasi penambangan sudah tidak mumpuni lagi untuk jalannya industri, entah itu karena sumber daya telah habis atau karena alasan lain, maka lokasi pertambangan itu pun akan ditinggalkan.

Kita dapat melihat salah satu contoh dari industri Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur. Tercatat di tahun 2018, setidaknya ada 264 lubang bekas tambang batu bara yang terbengkalai dan tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Jumlah itu baru di satu provinsi saja. Lalu bagaimana dengan provinsi lainnya? Tentu jumlahnya akan sangat banyak jika digabungkan dari seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, kita membutuhkan Reklamasi Tambang.

Apa itu Reklamasi Tambang?

Berdasarkan UU No. 3 tahun 2020, Reklamasi disebut sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menata, memulihkan dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. 

Reklamasi Tambang merupakan salah satu kegiatan pasca tambang. Dilansir dari esdm.kaltimprov.go.id., kegiatan pasca tambang didefinisikan sebagai kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial di seluruh wilayah penambangan. Reklamasi Tambang dilakukan untuk melakukan perbaikan dan menata ulang lahan yang terganggu atau bahkan rusak akibat aktivitas penambangan dalam industri tambang. 

Mengapa Reklamasi Penting Dilakukan Tambang?

Proses Reklamasi Tambang dilakukan dengan harapan bahwa lokasi-lokasi bekas aktivitas tambang dapat kembali memiliki daya guna bagi masyarakat. Baik itu dijadikan tempat wisata alam, dijadikan lahan untuk perkebunan, dijadikan lahan pemukiman penduduk, dan juga diharapkan dapat memicu munculnya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di sekitar.

Jika lokasi bekas tambang dibiarkan terbengkalai begitu saja, tidak hanya lingkungan yang tercemar, tetapi juga lokasi tersebut dapat membahayakan kehidupan warga sekitar. Kita dapat mengambil contoh berbagai kejadian memprihatinkan yang terjadi di Kalimantan Timur. Puluhan korban berjatuhan akibat lubang tambang yang menganga dan terbengkalai, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak meninggal akibat kecelakaan di lokasi bekas tambang. 

Di samping itu, kegiatan reklamasi tambang pun telah diatur dalam undang-undang. Tahun 2020 lalu, terjadi perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang digantikan oleh UU No. 3 Tahun 2020. Perusahaan yang telah mendapat izin usaha pertambangan wajib melakukan reklamasi pasca tambang. 

Di dalam undang-undang juga disebutkan bahwa setiap pemegang Izin Usaha Pertambangan yang tidak melaksanakan reklamasi pasca tambang akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan akan didenda sejumlah paling banyak Rp 100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah). 

Proses Reklamasi Tambang

Proses penghijauan atau reklamasi tambang bisa berbeda-beda, tergantung industri atau perusahaan yang bersangkutan. Industri kehutanan dan juga industri pertambangan memang mempunyai aturan khusus yang tergolong lebih rumit dan kompleks jika dibandingkan dengan industri lainnya. 

Ketika melakukan reklamasi pada industri pertambangan, pertama-tama harus dilakukan pemeriksaan kondisi tambang dan pemeriksaan rancangan teknis. Selanjutnya, akan dilakukan observasi lapangan atau tinjauan lapangan untuk mengumpulkan informasi secara rinci dan aktual, mengingat bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik dan kondisi yang berbeda. 

Ketika semua data telah terkumpul, akan dilakukan usulan rencana kerja yang paling sesuai dengan kondisi lokasi bekas tambang yang bersangkutan. Setelah rencana kerja sudah dapat dipastikan, maka akan dilanjutkan dengan menentukan kesepakatan metode pelaksanaan, waktu pelaksanaan dan biaya pelaksanaannya. 

Tahap terakhir dalam pelaksanaan reklamasi tambang adalah proses perawatan. Ketika seluruh proses reklamasi telah dilakukan, maka akan dilanjutkan dengan proses perawatan tanaman. Hal ini dilakukan demi hasil reklamasi yang maksimal. 

Mengapa Harus Antares Multi Energi?

Antares Multi Energi adalah perusahaan yang menawarkan layanan jasa dalam kegiatan revegetasi/penghijauan/reboisasi yang berbasis di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Kegiatan penghijauan yang dilakukan meliputi penghijauan di wilayah konstruksi, penghijauan di wilayah pertambangan atau reklamasi pasca tambang, dan juga penghijauan di wilayah kehutanan di seluruh Indonesia. 

Antares Multi Energi mampu melaksanakan reklamasi tambang di berbagai area, baik itu area reklamasi normal maupun area reklamasi abnormal. Antares Multi Energi mampu menangani reklamasi pada lereng/lahan miring, topsoil/lahan minim tanah, rawa/lahan tergenang dan juga lahan dengan tingkat keasaman tinggi. 

Pemilihan kontraktor reklamasi tambang dalam melaksanakan tanggung jawab reklamasi tambang sangat penting. Berikut adalah daftar keunggulan dan kemampuan Antares Multi Energi dalam pelaksanaan reklamasi tambang serta kegiatan pasca tambang lainnya :

  • Bibit Unggul dan Bibit Langka
    Antares Multi Energi mampu memproduksi bibit berkualitas unggul dan juga bibit jenis langka atau endemik sesuai dengan kebutuhan pasca tambang.

 

  • Memiliki Alat Sendiri
    Antares Multi Energi mampu memproduksi dan memiliki alat sendiri untuk melaksanakan reklamasi tambang, sehingga proses penghijauan akan lebih cepat dan efisien.

 

  • Tenaga Ahli Berpengalaman
    Antares Multi Energi memiliki tenaga ahli berpengalaman yang sanat mumpuni dalam melaksanakan kegiatan reklamasi tambang, mulai dari perencanaan, penataan lahan, hingga proses penghijauan.

 

  • Partisipasi Masyarakat
    Antares Multi Energi melibatkan masyarakat untuk menyediakan berbagai material pendukung proses reklamasi pasca tambang, seperti media tanam, kompos, dll. Partisipasi masyarakat dalam proses reklamasi pasca tambang dilakukan dengan harapan masyarakat sekitar pun dapat merasakan manfaat keberadaan sumber daya tambang dan ikut menjaga kelangsungan sumber daya alam di sekitar.