+62 822 600 700 80 info@antaresenergi.com

Tentang Kami

Our Services

 Antares Multi Energi memberikan jasa dari hulu sampai ke hilir atau one stop solutions dalam reklamasi tambang. Lingkup jasa kami meliputi:

1. Penyiapan Dokumen Pasca Tambang

Dokumen rencana pasca tambang saat ini menjadi salah prasyarat dikeluarkannya izin eksploitasi atau izin operasional produksi, artinya dokumen ini disusun berdasarkan dokumen studi kelayakan produksi dan dokumen rencana kerja reklamasi.

Kami menyadari semakin pentingnya keberadaan dokumen rencana pasca tambang bagi industri pertambangan mineral sejak awal operasional produksi.

Pelaksanaan perencanaan pasca tambang tersebut dimulai dengan studi kepatuhan terhadap dokumen AMDAL baik RKL dan RPL, realisasi kegiatan reklamasi dan revegetasi berdasarkan dokumen rencana kerja reklamasi, beberapa studi teknis kemudian diterjemahkan berupa rencana ke dalam gambar dan spesifikasi konstruksi.

 

2. Reklamasi dan Revegetasi

Secara Umum kami membagi 2 area, yaitu;

  1. Area reklamasi normal, yaitu ada tanah, ada top soil, lahan relatif datar dan pH normal (pH 6-7).
  2. Area reklamasi abnormal, yaitu area yang sedikit tanah, tidak ada top soil, lahan miring atau pH asam (pH <6).

Dalam reklamasi normal, yang kami lakukan adalah revegetasi dengan penanaman bibit berkualitas dan diberikan nutrisi pada tanah sekitar. Sedangkan pada lahan reklamasi abnormal ada beberapa penanganan yaitu:

  • Lahan miring/lereng
  • Lahan minim tanah dan top soil
  • Lahan dengan tingkat keasaman tinggi
  • Lahan tergenang/rawa

a. Lahan miring/lereng

Untuk lahan dengan struktur miring, kami menggunakan metode Lalampa & Hydroseeding. Berikut gambaran tentang kedua metode tersebut;   

  • Lalampa
    lalampa yaitu media tanam berupa jerami atau serasah yang dibungkus dengan cocomesh membentuk seperti guling panjang. Aplikasi ini untuk areal dinding atau potongan bukit yang relatif terjal.
  • Hydroseeding
    Hydroseeding yaitu suatu metode penghijauan dengan menggunakan campuran kental yang terdiri dari bibit dan zat tumbuh. Hydroseeding umumnya dilakukan pada areal lahan bekas pertambangan yang mempunyai lapisan top soil yang buruk dengan tidak adanya kandungan unsur hara sehingga mempengaruhi sedimentasi tanah.

b. Lahan minim tanah dan top soil

Untuk penanganan lahan yang minim dan top soil, kami menggunakan dua metode penanganan, yaitu Panada dan Bio-mulsa. Sedikit penjelasan untuk kedua metode tersebut:

  • Panada
    Panada merupakan media kompos.  Menggunakan karung nylon sebagai reactor sekaligus sebagai pot, tanaman pohon atau creeper. Bisa ditanam langsung di media kompos dengan melubanginya dan berfungsi sebagai starter bagi pertumbuhan tanaman. Aplikasi ini untuk di areal yang minim soil.

Panada ini dapat digunakan pada aplikasi tanaman LCC (Legume Cover Cop).

  • Bio mulching atau bio-mulsa

    Bio mulching atau bio-mulsa merupakan penebaran serasah atau dedaunan kering di areal reklamasi yang minim soil. Aplikasi ini bisa memperbaiki iklim mikro permukaan lahan yang direklamasi dan direvegetasi sekaligus memungkinkan benih yang ada diantara serasah tumbuh tanpa ditanam secara manual.

c. Lahan dengan tingkat keasaman tinggi

Penanganan terhadap lahan dengan tingkat keasaman yang tinggi dapat dilakukan dengan 2 metode yang berbeda. Untuk lahan yang relatif tergenang, kami menggunakan batu karang (gabion), sedangkan untuk lahan yang lebih kering kami lakukan dengan Penanaman dengan treatment 4 lapis.

  • Gabion
    Kami menggunakan batu Karang yang mati untuk substitusi batuan kapur, aplikasi ini bisa menjadi alternatif solusi treatment Air Asam Tambang (AAT), pemasangannya dengan gabion dan dikombinasikan dengan penanaman tanaman air yang mampu beradaptasi dengan kondisi rawa atau wetland.
  • Penanaman dengan treatment 4 lapis

    Merupakan upaya treatment atau perlakuan 4 lapisan yang dilakukan dengan maksud zona perakaran tanaman LCC di lahan dengan kondisi tanah relatif asam; zona tersebut dibuat agar bisa ditumbuhi oleh tanaman cover crop jenis leguminas.

    Ada 2 opsi untuk teknis Penanaman dengan treatment 4 lapis:

Opsi 1 : dengan mengkombinasikan antara tumpukan potongan rumput/semak + kapur + material endapan PAF dari paritan + potongan semak + kapur + jute mesh yang ditahan dengan lalampa dan karung berisi material endapan PAF dari parit.

Opsi 2 : dengan mengkombinasikan antara tumpukan potongan rumput/semak + kapur + material endapan PAF dari puritan + potongan semak + kapur + jute mesh yang ditahan dengan lalampa dan karung berisi material endapan PAF dari parit serta ditambahkan panada yang diberi benih LCC.

Pada dasarnya metode ini merupakan alternatif soil, dimana tanaman tumbuh pada media yang tidak terpengaruh pada tanah yang asam.

d. Lahan Tergenang/Rawa

 Kami menggunakan floating ball yaitu merupakan aplikasi jerami yang dibentuk bulat dan diberi sesuatu yang mengapung di dalamnya, kemudian dibungkus dan diperkuat dengan cocomesh. Floating Ball biasanya dikombinasi dengan tanaman vetiver yang memiliki sistem perakaran yang panjang dan berperan menangkap partikel solid di badan air.

Aplikasi pada kolam air yang disatukan dengan konsep batu karang, menghasilkan kualitas air baku. Sehingga dapat digunakan oleh aktivitas tambang dan masyarakat sekitar tambang.