+62 822 600 700 80 info@antaresenergi.com

Tanah terutama top soil memiliki peranan penting dalam pertumbuhan tanaman. Top soil yang sering disebut dengan humus merupakan lapisan paling atas dengan ketebalan antara 10 – 30 cm, memiliki sifat yang sangat subur karena terbentuk dari campuran bahan-bahan organik alami ditambah dengan mineral dari pelapukan batuan. Dapat dibayangkan jika tanah tanpa adanya top soil akan berakibat fatal, tanaman menjadi lambat pertumbuhannya dan bahkan tidak tumbuh sama sekali.

Dengan aktivitas pertambangan dan pekerjaan cut & fill overburden akan menghilangkan jumlah top soil yang ada sehingga sangat umum jika tanah pasca tambang menjadi tidak subur. Antares mengembangkan produk baru yang dapat menggantikan masalah top soil yang hilang. Produk ini kami namakan ATR top soil. ATR merupakan singkatan dari Alternative Top soil reinvented. ATR berisikan komponen yang sangat mirip dengan humus sehingga sangat cocok untuk tanah pasca tambang atau kondisi tanah yang kurang subur

ATR Top Soil merupakan mix formulasi yang sangat dibutuhkan tanaman pada lahan marginal seperti bekas tambang dan lahan kritis lainya. Secara umum ATR Top Soil  ini berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan KTK, menahan mengikat tanaman dan menyimpan kandungan sehingga tahan terhadap cuaca kemarau extreme.

ATR Top Soil  ini memiliki kandungan hara makro : Nitrogen, Phosfor, Kalium, Magnesium, Kalsium dan Sulfur. Dan Unsur Mikro : Molibdenum (Mo), Besi (Fe),  Boron (B) Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu) dan Khlor (CI). Selain unsur hara yang diperlukan tanamandan jumlah yang sangat kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan.  ATR Top Soil juga memiliki aktifitas mikrobakteri diantaranya : Lactobacillus sp, Bacillus subtilis, Pseudomonas sp, Salmonella liquefaciens dan Rhizobium leguminosarum.

Selain unsur penting bagi tanaman, ATR Top Soil ini merupakan polymer soil conditioner (pembenah tanah) organic yang memiliki struktur molekul komplek dengan berat molekul tinggi (makromolekul atau polimer organik) yang mengandung gugus aktif. Oleh karena strukurnya terdiri dari campuran senyawa organik alifatik dan aromatic, diantaranya ditunjukkan dengan adanya gugus aktif asam karboksilat dan quinoid sehingga memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi dengan menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara. Sehingga membentuk kompleks dengan unsur mikro sehingga melindungi unsur tersebut dari pencucian oleh air hujan.

Penggunaan ATR Top Soil ini dapat diaplikasikan dengan metode hanversional  (penaburan) dan metode modern menggunakan mesin hydroseeding.

Dari munculnya sebuah sistem pengembangan media tanam ini orang-orang akan merasa dimudahkan dan diuntungkan dalam segi waktu, penggunaan dan hasil yang lebih maksimal.