+62 822 600 700 80 info@antaresenergi.com

Demi menjaga kelestarian lingkungan akibat aktivitas penambangan, reklamasi lahan harus dilakukan. Perencanaan reklamasipun harus dilakukan bersama dengan perancangan aktivitas menambang. Ada tujuan kelestarian lingkungan yang harus dicapai dalam kegiatan reklamasi, salah satunya untuk revegetasi menggunakan tanaman kehutanan.

Pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang memang didasarkan pada kondisi dan tata ruang lahan tambang. Jika tambang dilakukan di luar area hutan, maka secara otomatis reklamasi beralih fungsi menjadi tujuan revegetasi non kehutanan. Misalnya ekowisata, tanaman hortikultura, perkebunan, lahan basah, hingga pemukiman. Karena pada dasarnya penutupan atau menyelesaikan lahan bekas pertambangan  memilki tujuan yang berbeda antara satu lokasi dengan lokasi yang lainnya. Oleh karena itu, penutupannya harus dilakukan sesuai dengan tujuan pemakaian lahan bekas pertambangan.

Tapi fakta di lapangan tidak semudah teori yang tertulis. Hal ini dibuktikan dengan reklamasi tambang yang bertempat jauh di luar area atau kawasan hutan, justru langsung diarahkan pada langkah revegetasi menggunakan tanaman kehutanan. Maka dari itu, setiap industri yang terlibat dengan pertambangan hendaknya mengetahui bahwa reklamasi dan revegetasi harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan berjalan sesuai tujuan akhir lahan bekas tambang. Butuh analisa yang kuat terkait hal-hal yang mungkin mengganggu dan menghambat keberhasilan revegetasi.

Pernyataan di atas diperkuat dengan Peraturan Menteri Energi dan SDM No. 18 Tahun 2008 di dalam lampiran ke V tenang Pedoman Penilaian Kriteria Keberhasilan Reklamasi. Dikutip dalam halaman tersebut, “reklamasi yang mengarah pada aktivitas revegetasi untuk lahan bekas tambang dinilai dari berbagai aspek yang terkait dengan penataan lahan yang berkaitan dengan pekerjaan sipil, persiapan lahan untuk dapat ditanami vegetasi sesuai peruntukannya, dan teknik penanaman.”

Faktor Pendukung Keberhasilan Revegetasi

Berhasil tidaknya revegetasi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti (1) Penataan lansekap, (2) aspek kesuburan pada media tanam, serta (3) pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang.

  1. Penataan lansekap

Penataan lansekap membutuhkan biaya terbesar dalam kegiatan reklamasi dan revegetasi lahan bekas tambang. Karena membutuhkan bahan tailing (overburden) yang jumlahnya bisa mencapai ribuan metrik ton dan harus dipindahkan agar mendapatkan bentuk akhir lansekap sesuai harapan.

  1. Aspek kesuburan pada media tanam

Aspek kedua yaitu kesuburan media tanam diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu kesuburan biologi, kimia, dan fisik. Ketiganya memiliki peran yang sama untuk memengaruhi hasil dan kualitas dari media tanam. Karena sudah menjadi rahasia umum bila lahan tambang biasanya terdapat di kawasan tanah tak subur, maka cara untuk meningkatkan peluang keberhasilan revegetasi dengan memperbaiki kualitas media tanam. Untuk memperbaiki bagian lapisan atas, gunakan bahan organik.

  1. Pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang

Pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang harus disesuaikan dengan isi rencana pemakaian lahan yang telah dibuat pada tahap awal penyusunan dokumen reklamasi. Umumnya, tambang yang terletak di kawasan hutan direklamasi menggunakan tanaman kehutanan, begitu pula sebaliknya. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan fungsi hutan alami pada lahan bekas tambang, beberapa proses berikut harus dilaksanakan. (1) tata lansekap, (2) penanaman cover crop (tanaman penutup tanah) di bagian permukaan lahan, (3)  penanaman fast growing plant (tanaman yang cepat tumbuh), dan (4) penamanan indigenous species (tanaman jenis lokal).

Pemilihan Tanaman untuk Revegetasi Tambang

  1. Cover Crops (Tanaman Penutup Tanah)

Tanaman jenis ini mimiliki kegunaan yang bermanfaat untuk reklamasi tambang. Sehingga ditempatkan dalam urutan pertama penanaman dalam pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang kehutanan. Beberapa kegunaan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  1. Dapat menahan derasnya laju air limpasan
  2. Dapat menahan derasnya curah hujan
  3. Dapat menambah N
  4. Dapat menambah BO yang berfungsi untuk meningkatkan dan memperbaiki sifat biologi, fisik, dan kimia tanah
  5. Dapat melindungi dari erosi pada lapisan permukaan tanah
  6. Pertumbuhan gulma dapat ditekan
  7. Pelapukan dapat dipercepat

Tanaman penutup ini fungsinya seperti pagar yang melindungi rumah, menjalar, pupuk hijau yang baik untuk tanah, dan sifatnya permanen. Beberapa contoh tanaman penutup tanah yang menjalar seperti Calopogonium caeruleum, Centrosema pubescens, Desmodium ovalifolium, Calopoginium mucunoides, Mucuna conchinchinensis, Pueraria phascoloides, Psopocarphus polustris, dan Pueraria javanica.

Sementara untuk tipe pelindung perdu, misalnya Caliandra tetragona, Tephrosia vogelii, Flemingia congesta, Caliandra callothyrsus, dan Crotalaria anagyroides.

Pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang juga harus memperhatikan kondisi iklim ketika penanaman. Karena waktu terbaik untuk menanam tanaman penutup tanah adalah awal memasuki musim penghujan. Sementara untuk perawatannya, harus rutin memupuk, khususnya untuk area yang kurang dan tidak subur (dibuktikan melalui kurang baiknya pertumbuhan tanaman). Tanaman penutup tanah jenis menjalar bisa melilit ke tubuh tanaman lain yang cepat tumbuh. Sehingga butuh penanganan khusus berupa pemantauan dan pemotongan secara rutin agar tidak membuat tanaman lain cepat mati.

  1. Fast Growing Plant (Tanaman yang Cepat Tumbuh)

Jenis tanaman ini sebaiknya ditanam bersama atau sesegera mungkin setelah menanam tanaman penutup tanah. Beberapa jenis tanaman ini bahkan memiliki fungsi untuk melindungi tebing atau tanaman pokok, mematahkan laju angina, mengurangi intensitas suhu dan cahaya, meningkatkan dan memperbaiki kelembapan udara, menjaga kestabilan kelembapan tanah, serta menambah asupan bahan organik.

Mengingat pentingnya fungsi yang dibawa oleh tanaman ini, wajar bila pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang harus dibekali dengan wawasan tentang seluk beluk tanaman. Tanaman jenis ini berguna untuk menciptakan iklim (mikro) yang sesuai dengan ekosistem hutan. Adapun jenis tanaman yang biasa dipakai seperti sengon laut, lamtoro, akasia, turi, gamal, dll.

Kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang khusus tanaman cepat tumbuh yaitu (1) di musim tertentu daun tidak berguguran, (2) dapat bertumbuh cepat dan baik di tanah yang kurang subur, (3) tidak akan menjadi inang atau penyakit, (4) bukan menjadi pesaing air serta hara bagi tanaman pokok, (5) tahan angin, (6) mudah dimusnahkan, (7) bernilai ekonomis adalah poin tambahan.  Tanaman jenis ini sebaiknya segera ditanam ketika memasuki awal musim hujan agar terhindar dari resiko kematian karena kurang air saat kemarau.

  1. Indigenous species (Tanaman Lokal)

Secara alami, tumbuhan lokal sudah tumbuh di area pertambangan. Bibit kecilnya bisa diambil di hutan sekitar area penambangan. Oleh sebab itu, kerja sama dengan warga lokal penting untuk mendapatkan bibit yang sesuai dengan rencana pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang. Biasanya tanaman ini susah tumbuh ketika berada di lahan terbuka, agar bisa tumbuh dengan baik, harus ditanam setelah memastikan tanaman cepat tumbuh. Ekosistem hutan alami akan mulai terasa ketika banyak menanam berbagai jenis tanaman lokal.

Agar reklamasi dapat berjalan dengan baik, pastikan untuk mensuksesan pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang. Serta harus memperhatikan kondisi dari lokasi pembibitan.