+62 822 600 700 80 info@antaresenergi.com

Revegetasi lahan merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan pada lahan yang telah rusak guna mengembalikan kondisi lahan tersebut agar difungsikan kembali dengan cara melakukan perbaikan dan penanaman tanaman tertentu. Revegetasi lahan ini biasa dilakukan pada lahan yang telah mengalami kerusakan seperti pada lahan bekas galian tambang, lahan bekas perkebunan yang ditinggalkan dan terbengkalai, serta lahan bekas bencana seperti kebakaran.

Untuk melakukan revegetasi ini ternyata ada banyak hal yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan hydroseeding para lahan secara merata. Pengaplikasian hydroseeding untuk revegetasi lahan ini dirasa sangatlah efektif karena hydroseeding memiliki beberapa keunggulan, seperti.

  • Pelaksanaan hydoseeding dapat dilakukan dengan waktu yang relatif cepat sehingga dalam melakukan revegaetasi lahan dengan hydroseeding ini dapat diselesaikan dengan waktu dan tenaga yang lebih sedikit.
  • Daya tutup atau cover lahan dari hydroseeding juga luas. Bahkan untuk daerah lereng yang sulit dijangkau oleh tenaga manusia secara manual pun, hydroseeding dapat diaplikasikan dengan merata sehingga hasilnya menjadi lebih maksimal.
  • Daya tahan benih yang dikecambahkan lebih tinggi sehingga persentase kehidupan benih tinggi pula.
  • Tanaman yang dikecambahkan dapat bervariasi dan disesuaikan dengan kondisi lahan yang direvegetasi.

Di balik kesuksesan proses revegetasi lahan dengan cara hydroseeding ini, ada perusahaan yang bergerak di bidang perbaikan lingkungan. Kontraktor hydroseeding berperan dalam pelaksanaan hydroseeding di lapangan sehingga mereka lah yang berinteraksi langsung dengan lahan yang akan direvegetasi.

Adapun sebelum melakukan revegetasi, pihak konsumen akan melakukan diskusi dengan kontraktor hydroseeding untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan hydroseeding di lapangan nantinya. Adapun beberapa hal yang didiskusikan antara konsumen dengan kontraktor hydroseeding adalah sebagai berikut.

  • Karakteristik tanah yang akan direvegetasi. Kontraktor hydroseeding perlu mengetahui dengan baik karakteristik tanah yang akan direvegetasi. Letak tanah, kontur tanah, penyebab kerusakan tanah, dan segala hal yang berkaitan dengan tanah atau lahan tersebut.
  • Luas lahan yang akan direvegetasi. Hal ini juga perlu diketahui agar dalam persebaran bibit dapat diperhitungkan dengan benar sehingga kerapatan tumbuhan yang nanti tumbuh seusai pelaksanaan hydroseeding dapat diperkirakan dengan kerapatan yang pas.
  • Jenis tanaman yang akan dikecambahkan. Mengetahui jenis tanaman yang akan dikecambahkan dengan hydroseeding juga perlu. Jenis tanaman ini berkaitan pula dengan karakteristik lahan dan juga letaknya. Sehingga apabila telah tumbuh nantinya, tanaman ini akan dapat bertahan dan tidak terkena erosi.
  • Harga menjadi pembicaraan yang tidak mungkin ketinggalan antara kontraktor hydroseeding dengan konsumen. Luas lahan, jenis tanaman, dan juga tingkat kesulitan dalam melakukan hydroseeding nantinya juga akan mempengaruhi besarnya harga yang akan dipatok dalam proses hydroseeding.

Setelah semua hal tersebut dibicarakan dan didapatkan kesepakatan antara konsumen dengan kontraktor hydroseeding, barulah eksekusi hydroseeding dilakukan. Anda bisa mempercayakan kegiatan hydroseeding kepada kontraktor hydroseeding yang telah Anda percaya.

Meskipun terkesan mudah, pelaksanaan hydroseeding ini memang banyak hal yang perlu diperhatikan. Dengan memperhatikan setiap detail dari pelaksanaan hydroseeding, maka tingkat kehidupan benih yang disemaikan akan semakin tinggi. Semakin banyak benih tumbuhan yang dapat hidup dan bertahan pada lahan yang direvegetasi, maka persentase kembalinya lahan yang rusak akan semakin tinggi. Kontraktor hydroseeding yang baik akan memberikan pelayanan maksimal kepada Anda. Karena mereka juga sadar bahwasannya kelangsungan suatu lingkungan merupakan hal penting yang perlu dilestarikan.