+62 822 600 700 80 info@antaresenergi.com

Dewasa ini Anda pasti sering mendengar kabar kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh banyak hal, salah satunya karena aktivitas pertambangan. Lahan bekas tambang yang terabaikan hingga tidak bisa berfungsi normal dengan kondisi tanah yang tidak lagi subur. Hal ini tentu merugikan banyak pihak, termasuk warga yang tinggal di sekitarnya.

Perusahaan pertambangan yang tidak bertanggung jawab pada perawatan lahan bekas tambang, atau salah dalam memilih jasa reklamasi tambang, banyak kemungkinan yang menjadi penyebab rusaknya lingkungan bekas tambang. Oleh sebab itu, ketika menerima proyek tambang di kawasan hutan maupun non hutan, sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan pertambangan untuk bekerja sama dengan konsultan rehabilitasi lingkungan demi menjaga kelestarian alam di sekitarnya.

Rehabilitasi Lingkungan

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan bekas tambang, baik dengan reklamasi, revegetasi maupun rehabilitasi. Masing-masing punya tujuan akhir yang sama untuk menjaga kelestarian dan mengembalikan fungsi lahan bekas tambang, namun metode yang dipakai bisa berbeda.

Konsultan rehabilitasi lingkungan bertanggung jawab untuk membuat perencanaan, melaksanakan, dan mengawasi jalannya rehabilitasi yang bertujuan meminimalisir dan mencegah terjadinya dampak buruk terhadap lingkungan. Serta berusaha untuk mengembalikan fungsi struktur tanah agar bisa dipakai seperti sedia kala untuk menanam tanaman.

Beberapa hal yang harus dilakukan selama melakukan rehabilitasi lingkungan akan memberikan dampak dan perubahan besar bagi lingkungan, beberapa di antaranya bisa dilihat melalui daftar berikut ini.

  • Tingkat pH tanah akan dinetralisir
  • Konsentrasi logam berat serta toksisitas dapat dikurangi
  • Air akan terserap oleh tanah dengan tingkat serapnya yang lebih tinggi
  • Infiltrasi air hujan (ke dalam tanah) mengalami peningkatan
  • Microba fungsional dan keragaman mengalami peningkatan

Kelima hal di atas dapat tercapai jika terjalin kesepakatan antara pihak perusahaan pertambangan dengan konsultan rehabilitasi lingkungan, yang didukung dengan aksi kerja nyata di lapangan sesuai perencanaan yang telah disusun.

Secara teknis, konsultan rehabilitasi lingkungan akan berkolaborasi dengan organisasi yang terkendala dengan permasalahan lingkungan. Opini dan saran yang solutif akan diberikan guna meminimalisir bahkan menghindari resiko terjadinya kerusakan lingkungan. Konsultan rehabilitasi lingkungan juga bertanggung jawab untuk memberikan arahan kepada organisasi (klien) agar tetap berjalan sesuai koridor hukum dan peraturan tentang lingkungan hidup yang berlaku di wilayahnya.

Tugas Konsultan Rehabilitasi Lingkungan

Ada tugas umum yang harus diselesaikan oleh konsultan rehabilitasi lingkungan, beberapa di antaranya sebagai berikut.

  1. Melakukan analisa data yang diambil dari survey atau penelitian langsung di lapangan (lingkungan yang bermasalah)
  2. Mengumpulkan data sesuai kebutuhan dan melakukan penelitian
  3. Memberikan arahan dan mengingatkan organisasi (klien) agar tetap taat hukum dan peraturan tentang lingkungan
  4. Mempertanggung jawabkan hasil penelitian dalam bentuk presentasi kepada pihak yang bersangkutan
  5. Memberikan pendapat, saran, dan solusi untuk mengatasi kendala rehabilitasi yang dialami klien

Karena mengemban tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah, setidaknya konsultan rehabilitasi lingkungan harus memiliki tim dengan kualifikasi standar yang menentukan kelayakan dan kapabilitasnya.

  1. Berwawasan ilmu biologi

Sekurang-kurangnya, konsultan rehabilitasi lingkungan harus memahami tentang jenis oranisme hewan dan tanaman, fungsi, symbiosis, sel, jaringan, dan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan tertentu.

  1. Berwawasan ilmu konstruksi dan bangunan

Karena pekerjaan ini erat kaitannya dengan tanah dan bangunan, sudah sewajarnya jika konsultan rehabilitasi lingkungan memahami hal-hal yang terkait dengannya. Seperti penggunaan material dan bahan bangunan, metode, serta peralatan yang diperlukan selama proses konstruksi.

  1. Berwawasan ilmu kimia

Memahami tentang struktur, komposisi, interaksi serta property kimiawi dalam proses dan transformasinya akan membantu Anda dalam membuat perencanaan reklamasi yang tepat untuk lahan bekas tambang. Sehingga, resiko terjadinya kerusakan lingkungan juga bisa diminimalisir sedikit demi sedikit.

  1. Berwawasan ilmu administratif

Meski terkesan sepele, tapi kemampuan ini dibutuhkan agar proses dokumentasi, penyusunan rencana, transkripsi, hingga pembuatan prosedur serta terminilogi perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan lebih baik.

  1. Berwawasan ilmu geografi

Agar mampu memahami dan memberikan saran terbaik untuk rehabilitasi lingkungan, maka konsultan rehabilitasi lingkungan harus paham betul terhadap topografi, massa udara, fitur laut dan darat, lokasi, distribusi makhluk hidup, serta hubungan timbal balik yang terjadi di dalamnya.

Konsultan rehabilitasi lingkungan harus terus berupaya untuk memprioritaskan kenaikan tingkat keberhasilan yang disesuaikan dengan susunan rencana yang telah dibuat sebelumnya. Akan lebih baik jika mampu melakukan pendekatan remediasi yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan, sehingga bisa berfungsi untuk menghemat biaya karena konsistensi dalam pembuatah kriteria.

Tahap Pemulihan Kembali Fungsi Lingkungan

Salah satu permasalahan yang bisa dikonsultasikan pada konsultan rehabilitasi lingkungan adalah perihal optimasi fungsi hutan dan lahan untuk menjaga stabilitas perannya terhadap daya dukung dan produktivitas yang berpengaruh terhadap keberlangsungan lingkungan di sekitarnya. Selain itu, rehabilitasi juga umum dijumpai untuk menangani permasalahan lahan bekas tambang.

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui guna mendapatkan kembali fungsi lingkungan hidup seperti sedia kala. Memang membutuhkan waktu lama dan biaya, tapi hal tersebut tidak dapat dihindari jika ingin mendapatkan keberlangsungan sumber daya yang tersimpan di alam dalam jangka waktu lama.

Adapun beberapa tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  1. Mencari tahu sumber pencemaran atau kerusakan lingkungan
  2. Melakukan penghentian terhadap sumber pencemaran atau kerusakan
  3. Melakukan pembersihan terhadap sumber pencemaran atau kerusakan
  4. Remediasi terhadap lingkungan
  5. Rehabilitasi lahan bekas tambang, lahan rusak, dll
  6. Restorasi lingkungan
  7. Dan berbagai tahapan lainnya yang telah dikembangkan sesuai dengan kecanggihan teknologi masa kini

Remediasi artinya upaya untuk memulihkan demi meningkatkan dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup. Sementara rehabilitasi yaitu memulihkan yang berfungsi untuk mengembalikan fungsi, manfaat, dan nilai lingkungan hidup dan mencegah terjadinya kerusakan dan pencemaran lahan, melindungi, serta memperbaiki ekosistem yang ada.

Restorasi yaitu usaha untuk memulihkan demi mengembalikan fungsi awal lingkungan hidup. Ketiga tahapan tersebut telah ditulis dan diatur dengan jelas melalui Undang Undang No. 32 Tahun 2009. Tertulis jelas dalam pembahasan “Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”, pemerintah juga mendukung gerakan rehabilitasi lingkungan dan tidak boleh dilanggar.

Manusia memang harus bekerja keras dan sadar diri untuk menjaga alam agar bisa hidup berdampingan dalam jangka waktu yang panjang. Itulah bentuk tanggung jawab yang harus dilakukan sebagai rasa syukur atas sumber daya melimpah yang diberikan alam. Jangan hanya sibuk melakukan penggalian di sana sini, tapi abai terhadap kelestarian bumi.

Semoga usai membaca artikel ini membuat Anda tergugah untuk lebih peka terhadap lingkungan. Serta menyadari pentingnya menyewa jasa konsultan rehabilitasi lingkungan demi menjaga bumi dari kerusakan. Setidaknya, untuk mengembalikan fungsi lahan, tanah, dan lingkungan seperti semula dan menghindarkannya dari berbagai ancaman kerusakan yang merugikan makhluk hidup di sekitarnya.