+62 822 600 700 80 info@antaresenergi.com

Keunggulan Antares

  1. Memiliki kemampuan teknik sylviculture sehingga dapat memproduksi bibit dengan keunggulan yang diharapkan sehingga proses aklimitasi dan adaptasi bukan menjadi permasalahan revegetasi. Salah satu solusi kami bangun nursery di lokasi site sehingga memiliki keunggulan, diantaranya:
    • Mampu menciptakan bibit berkualitas unggul
    • Mampu memberi dampak efisien ekonomi dengan memotong biaya pengiriman
    • Mampu memproduksi jenis bibit langka atau endemik sesuai dengan kebutuhan penilaian pasca tambang
    • Proses aklimitasi akan sesuai dengan kondisi dan cucaca alam sekitar penanaman
  2. Penggunaan produk Antares sebagai pengganti top soil yang memiliki unsur hara lengkap untuk mempercepat pertumbuhan dan polymer untuk mengikat air agar tahan terhadap cuaca kemarau ekstrim
  3. Mampu memproduksi dan juga memiliki alat sendiri sehingga mempercepat dalam proses revegetasi
  4. Melibatkan masyarakat dalam penyediaan material pendukung (kompos, media tanam dan lain lain) agar masyarakat sekitar merasakan manfaat keberadaan perusahaan tambang dan ikut pula menjaga pada kelangsungan tambang di lingkungan mereka
  5. Memiliki tenaga ahli yang mumpuni dalam melaksanakan pekerjaan reklamasi pasca tambang dimulai dari penataan lahan hingga revegetasi. Kami memiliki kemampuan dalam menangani kondisi lahan marginal seperti:
    • PAF (Potential Acid Forming) tinggi
    • NAF (Non-Potential Acid Forming) tinggi
    • Potensi AAT (Air Asam Tambang)
    • Tingkat laju runoff mengakibatkan dampak erosi
    • Ketersediaan top soil minim
    • KTK (Kapasitas tukar kation) yang sangat rendah
    • Dan lahan miring dengan tingkat kesulitan tinggi

 

 

 

Supported Equipment

ATR Pengganti Top Soil

ATR Pengganti Top Soil merupakan mix formulasi yang sangat dibutuhkan tanaman pada lahan marginal seperti bekas tambang dan lahan kritis lainnya dan mampu menyerap air sekitar 80-90% sehingga mengurangi resiko erosi dan meningkatkan kemampuan menahan air.

Dan ATR Pengganti Top Soil ini dapat diaplikasikan pada metode konvensional (metode penaburan) dan Hydroseeding sebagai bahan dasar fertilizer dan tackifier.

Mesin Hydroseeding (1000 liter Up To 6000 Liter)

Spesifikasi

  1. Water Pump 4/2′ open impeller
  2. Engine GX390T2, 4-tak, OHV silinder tunggal 389 cc – 8,6 KW (11.5 HP)/3600 min-1 rpm, 6,1 Liter
  3. Engine mounting, high vibration damper
  4. Modifikasi drive shaft
  5. Tangki (1.000 L)
  6. Selang Roll + Nozzle
  7. Agitator simple

Produk Bibit Antares

 

Kami menyediakan bibit endemik, industri dan hortikultura

Benih Gaharu (Aquillaria Sp)

Secara ekologis sebaran tumbuh pohon penghasil gaharu di Indonesia, dapat di jumpai di berbagai wilayah hutan Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, pada daerah ketinggian 0  – 2400 m dpl, tipe iklim A atau B dengan parameter suhu udara antara 28° – 34°C, berkelembapan antara 80 – 90 % serta tumbuh pada daerah bercurah hujan antara 1.000 – >2.000 mm/tahun.

Benih Merbau (Intsia bijuga)

Penyebaran jenis ini di Indonesia adalah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Timor dan Irian Barat.  Tempat tumbuh di hutan primer lahan kering, pada tempat yang tidak atau sewaktu – waktu digenangi air, di atas tanah pasir atau berbatu – batu, pada lapangan yang rata atau miring, hidup tersebar pada ketinggian 0 – 50 m di atas permukaan laut.

Benih Afrika (Maesopsis eminii)

Jenis ini tumbuh tersebar secara alami di daerah Tropika Afrika Timur.  Tanaman di Indonesia diintroduksikan pertama kali di Jawa Barat.  Jenis ini tumbuh baik pada ketinggian 100 – 1500 m dpl dengan curah hujan 1400 – 3600 mm / tahun.  Tumbuh baik pada solum tanah yang dalam, subur, dan bebas genangan air, toleran terhadap tanah tidak subur, tanah berpasir, dan keasaman

Benih Balsa (Ochroma bicolor)

Tumbuh secara alami di daerah tropika Amerika Tengah dan Selatan.  Jenis ini setelah ditanam menyebar di banyak negara tropis seperti Malaysia, Indonesia, Philipina dan Papua New Guinea (PNG).

Benih Cendana (Santalum album)

Jenis ini menyukai daerah semak belukar yang kering, terlebih lagi bila sekitarnya terdapat savana atau padang rumput.tersebar di daerah semi arid dengan musim kemarau yang nyata,  Dengan type iklim D dan E,  Ketinggian tempat 50 – 1200 mdpl, dan curah hujan 625 – 1.625 mm / th. Tanaman ini tumbuh  tersebar di daerah tropis dan subtropik. Daerah yang paling banyak ditumbuhi adalah india dan Indonesia. Di Indonesia sebagian besar tumbuh di NTT, sebagian kecil di Bali, Jawa Tengah, DIY,dan Jawa Timur.

Benih Flamboyan (Delonix regia)

Flamboyan adalah tanaman yang khas dengan pohon besar, dan bunga-bunga merah cerah. Flamboyan memiliki nama genus Delonix yang berasal dari kata Yunani delos (artinya mencolok), dan onyx, berarti cakar. Nama tersebut mengacu pada penampilan bunga yang memang mencolok dan bentuk mahkota bunya mengembang seperti cakar. Pohon ini umumnya dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Madagaskar, untuk tanaman hias. Tanaman ini terancam punah di habitat aslinya karena perusakan habitat.

Benih Gmelina (Gmelina arborea)

Sebaran alaminya di Burma, India.  Hutan Tanaman di Indonesia terdapat di Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara.  Sumber benih terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.  Tumbuh secara alami pada ketinggian 0 – 800 mdpl dengan curah hujan 1200 – 3000 mm/tahun.  Tumbuh pada tanah berlapisan dalam, subur dan berdrainase baik.  Toleran terhadap tanah berdrainase dangkal, berpasir, tanah padat, tanah asam asalkan tidak pada tanah berdrainase jelek.

Benih Krasikarpa (Acacia crassicarpa)

Sebaran alaminya di Papua Nugini, Irian Jaya bagian Selatan, Townsville sampai dengan Semenanjung Cape York – Quensland (Australia), bagian Barat Papua Nugini dan bagian Tenggara Irian Jaya (Indonesia).  Mampu tumbuh pada kondisi lahan yang sangat asam (pH 3,5 – 6) serta mempunyai ketahanan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik.  Dapat tumbuh pada ketinggian 200 – 700 m dpl dengan curah hujan 1000 – 2500 mm / thn.  Toleran terhadap berbagai tempat tumbuh dan tipe tanah maupun garam yang ada di dalam tanah.  Tumbuh pada tanah berpasir, lumpur, tanah yang berdrainase jelek, juga dapat tumbuh dekat laut.

Benih Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum)

Sebaran alami dari daerah tropis Amerika, terutama di bagian utara, tengah, dan selatan Mexico.  Jenis ini tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 m m dpl dengan curah hujan 600 – 4800 mm / tahun.  Tumbuh pada tanah berlapisan dalam, drainase baik.  Toleran terhadap tanah berpasir dan asin, tetapi bukan pada tanah berlapisan dangkal.  Tahan terhadap suhu dingin dan terpaan angin.  Di Indonesia mulai ditanam pada tahun 1974 di Kebun percobaan Pusat Penelitian Hutan di Sumber Wringin dan RPH Sumber Wringin Situbondo Jawa Timur dan berfungsi sebagai sumber benih.

Benih Jati (Tectona grandis)

Sebaran alami di India, Myanmar dan Thailand.  Penyebaran tanaman di Indonesia ditemukan di seluruh Jawa, Sulawesi, Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumbawa, Maluku, dan Lampung.  Tumbuh pada ketinggian 0 – 900 m dpl dengan curah hujan 1500 – 3000 mm/ tahun.  Tumbuh pada tanah berlapisan dalam, subur, berdrainase baik, netral.  Toleran terhadap tanah padat.  Jenis ini tahan terhadap api (moderat) dan angin.

Benih Johar (Samanea saman)

Merupakan jenis asli Asia Tenggara yang tersebar mulai dari Indonesia hingga Srilangka. Jenis ini telah diintroduksi ke India Barat, Amerika Tengah, Florida, Afrika Barat dan Timur serta Afrika Selatan.

Benih Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus)

Daerah terbaik bagi pertumbuhannya yaitu daerah tropilk basah dengan ketinggian 1800 m dpl dengan curah hujan antara 2000 – 4000 mm/thn. Tanaman ini dapat bertahan5,1 hingga pada musim kering sampai 3 – 6 bulan tanpa menggugurkan daunnya. Tanaman ini juga dapat dijadikan wood pellet

Benih Kaliandra Putih (Zapoteca tetragona)

Daerah terbaik bagi pertumbuhannya yaitu daerah tropilk basah dengan ketinggian 1800 m dpl dengan curah hujan antara 2000 – 4000 mm/thn.   Tanaman ini dapat bertahan5,1 hingga pada musim kering sampai 3 – 6 bulan tanpa menggugurkan daunnya.

Benih Kayu Putih (Melaleuca leucadendron)

Tumbuh alami di Vietnam keselatan hingga Indonesia.  Bagian tenggara Papua New Guinea dan Australia bagian Utara.

Benih Mahoni (Swietenia macrophylla)

Daerah sebarannya diseluruh pulau Jawa.  Sumber benih di KPH Kebonharjo (Jawa Tengah), KPH Jember dan KPH Kediri (Jawa Timur), KPH Banten Cianjur, Sumedang, Ciamis, dan Tasik Malaya (Jawa Barat).  Pada ketinggian 50 – 1400 m dpl dengan curah hujan 1920 – 4800 mm / tahun.  Tumbuh pada tanah berdrainase baik.  Toleran terhadap tanah liat dan basa.

Benih Mindi (Melia azedarach)

Sebaran alaminya di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.  Dewasa ini populasi pohon mindi banyak ditemui di dataran tinggi di Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, dan Bondowoso (Jawa Timur).  Tumbuh pada ketinggian 700  – 1400 mdpl dengan curah hujan di bawah 900 mm/ tahun.  Tumbuh pada tanah berdrainase baik, subur berpasir.  Tahan terhadap suhu dingin.

Benih Secang (Caesalpinia sappan)

Asa l -usul tumbuhan ini tidak diketahui dengan pasti akan tetapi ada pula yang memperkirakan bahwa secang berasal dari wilayah sekitar India tengah, ke timur hingga Cina selatan, dan ke selatan Semenanjung Malaya.  Di kawasan Asia Tenggara dan Nusantara.  Tumbuhan ini telah lama dibudidayakan orang, bahkan sebagiannya telah meliar kembali di alam. Di Afrika tumbuhan ini tercatat didapati di Nigeria , Kongo, Uganda, Tanzania, Reunion, Mauritius, dan Afrika Selatan.  Tanaman ini menyenangi tempat terbuka sampai ketinggian 1.000 m dpl, seperti di daerah pegunungan yang berbatu tetapi tidak terlalu dingin. Secang tumbuh liar dan kadang ditanam sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun.

Benih Sengon Laut (Paraserianthes falcataria)

Sebaran alaminya di Irian Jaya dan Kepulawan Maluku.  Sumber benih terdapat di Kediri (Jawa Timur).  Tumbuh pada ketinggian 0 – 1200 m dpl.  Dengan curah hujan 2400 – 4800 mm / tahun.  Jenis ini tumbuh pada pada tanah berlapisan dalam, drainase baik.  Toleran terhadap tanah asam, padat, dan terpaan angin.

Benih Sengon Merah (Albizia sinensis)

Sebaran alaminya di India, Asia Tenggara, Cina Selatan, dan Indonesia.  Di Indonesia menyebar di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.  Pohon yang menggugurkan daun; berukuran sedang hingga tinggi 30-45 m, dan diameter dapat mencapai 70-140 cm.  Daun majemuk menyirip berganda, dengan 4-14 pasang sirip.  Daun penumpu besar, bundar telur miring dengan pangkal yang setengah berbentuk jantung, seperti membran, dengan ekor diujungnya; lekas rontok.

Benih Suren (Toona sureni)

Tumbuh pada ketinggian 1.200 m dpl pada tanah yang subur, di daerah pegunungan, type iklim A sampai C dengan suhu rata – rata pertahun 22 ° C.  Umumnya ditemukan diareal hutan rakyat.

Benih Trembesi (Albizia saman)

Pohon Ki Hujan – Spesies trembesi ini sudah tersebar di kisaran iklim yang luas, termasuk diantaranya equator dan monsoon yang memiliki curah hujan rat-rata 600-3000 mm pada ketinggian 0 – 300 m dpl. Tumbuh di berbagai jenis tanah dengan pH tanah sedikit asam hingga netral (6,0-7,4) meskipun disebutkan toleran hingga pH 8,5 dan minimal pH 4,7. Jenis ini memerlukan drainasi yang baik namun masih toleran terhadap tanah tergenang air dalam waktu pendek.

Benih Turi (Sesbania grandifolia)

Tanaman turi berasal dari negara – negara Asia Selatan dan Asia Tenggara seperti Australia, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Philippines.  Akan tetapi pada saat ini telah menyebar ke berbagai negara yang mempunyai iklim tropis di dunia.  Tanaman ini merupakan tanaman dataran rendah yang tidak memiliki toleransi yang cukup untuk suhu dingin (sekitar di bawah 10°C), dan memiliki kemampuan untuk mentolerir genangan air serta cocok untuk lingkungan yang mempunyai sejarah banjir.  Tanaman ini dapat ditemukan di bawah 1200 m dpl.

Benih Mangium (Acacia mangium)

Sebaran alaminya di Irian Jaya dan Kepulawan Maluku.  Sumber benih terdapat di Subanjeriji (Sumatera Selatan), Bogor, Banten dan Purwakarta (Jawa Barat).  Tumbuh pada ketinggian 500 – 1200 m dpl dengan curah hujan di atas 1920 mm/tahun.  Tumbuh pada tanah subur berpasir.  Toleran terhadap tanah asam, miskin hara dan drainase jelek

Benih Kelor (Moringa oleifera)

Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang.  Pohon kelor dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 6,1 meter pada tahun pertamanya. Laju rata-rata pertumbuhannya adalah 4,6 meter per tahunnya, tetapi dengan kondisi yang optimal, kelajuannya dapat jauh melampaui pertumbuhan rata-rata tersebut. Pohon kelor membutuhkan banyak sinar matahari, kehangatan, dan air untuk pertumbuhannya. Jadi, pilihlah lokasi yang akan memberikan sinar matahari paling banyak untuk pohon.

Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw

Merupakan tumbuhan asli tropis (Burkill, 1966; Purseglove, 19810, menyebar di berbagai tempat di Indonesia. Kemiri Sunan dapat tumbuh baik hingga ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut.  Namun demikian produksi yang optimum dengan rendemen minyak yang tinggi diperoleh sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut.

Saga Pohon (Adenanthera microsperma T&B.)

Tumbuhan ini terdapat di bagian Tengah dan Timur Pulau Jawa mulai dari daerah pantai sampai ketinggian 600 m dpl.  Tumbuhan tersebut tidak tumbuh berkelompok, tumbuhan ini tidak begitu menuntut persyaratan tumbuh yang tinggi mengenai kualitas tanah.

Benih Formis (Acacia Auriculiformis)

Acacia auriculiformis yang bernama daerah akor atau ori akor penyebaran alaminya meliputi Australia, Maluku, Irian Jaya dan Papua Nugini. Dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur dengan curah hujan tahunan 1080-2100 mm. Ketinggian tempat yang ideal untuk tanaman ini berkisar antara 0 – 400 m dpl.
Pada umumnya pohon acacia auriculiformis dapat mencapai tinggi 15 sd 30 m dengan diameter batang 50 cm.

Benih Gamal (Glircidia Cepium)

Gamal berasal dari daerah Amerika Tengah dan Brazil. Di daerah asalnya digunakan sebagai pelindung tanaman kakao/coklat dan dikenal dengan nama madre cacao. Gamal masuk ke Indonesia melalui perusahaan perkebunan Belanda yang tertarik untuk menggunakannya sebagai tanaman pelindung di perkebunan teh di Medan pada tahun 1900-an. Menteri pertanian Indonesia waktu itu Bapak Frans Seda mengartikan galam sebagai Ganyang Mati Alang-alang, karena gamal digunakan untuk membasmi alang-alang.

Benih Lamtoro (Leucaena leucocephala)

Tersebar hampir di 20 negara benua kecuali di Eropa, meliputi Afrika (Tanzania, Kamerun, Afrika Selatan), Asia (Philipina, Malaysia, Indonesia), Australia dan Papua New Guinea, Amerika (Hawai, USA, Mexico, Brazil, Haiti, Poerto Rico).  Tumbuh pada tanah dengan ketinggian 0 – 800 mdpl, curah hujan 600 – 1000 mm / tahun. (2 – 6 bulan basah) dengan temperatur 25 – 30 ° C dan kondisi tanah berdrainase baik, netral sampai basa, toleran terhadap tanah padat dan dangkal.  Pertumbuhannya kurang baik pada tanah yang ternaungi.

Benih Kesambi (Schleichera oleosa)

Sebaran alami terdapat di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Seram, Kai.  Sumber benih terdapat di Bojonegoro (Perum Perhutani Unit II), Kebunharjo dan Soroweyo, Telawa (Perum perhutani Unit I).

Benih Kemiri (Aleuritus muluccana)

Sebaran alami terdapat di daerah tropic, di Indonesia umumnya dapat ditemui di Sumatera Utara, Jawa, Madura dan Sulawesi Selatan.  Tipe tanah dan iklim seperti pada tanah kapur, tanah latosol, tanah podsolik baik yang subur maupun yang kurang subur, bahkan dapat  juga tumbuh pada tanah berpasir.  Tumbuh pada daerah dengan suhu 21⁰C – 27⁰C.  Curah hujan 1.100 – 2.400 m dengan hari hujan 80 – 110 hari pertahun dan kelembaban rata – rata 75 %.  Tumbuh pada ketinggian 0 – 800 m dpl, dibeberapa tempat terdapat sampai ketinggian 1.200 m dpl.

Benih Kedawung (Parkia timoriana)

Spesies ini tersebar di daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Jaya.  Semenanjung Malaya, India Bagian Timur Laut, Bangladesh, Burma dan Thailand.  Secara alami jenis ini tumbuh pada tanah latosol dan mediteran di hutan sekunder.  Umumnya tumbuh baik dengan ketinggian antara 500 –  1.000 m.dpl.  Secara alami jenis ini diketemukan sampai ketinggian 1.500 m.dpl.

Benih Asem Jawa (Tamarindus indica)

Tanaman asam tumbuh tersebar di daerah tropis dan buahnya lazim untuk dimakan.  Jenis ini diperkirakan berasal dari savana kering di Afrika Tropis yang diintroduksi ke Asia dan menjadi tempat tumbuh sekarang serta belum lama diintroduksi di daerah tropis belahan barat.  Dapat tumbuh pada tanah berpasir sampai berlempung dan pada kondisi tanah yang kurang subur asam masih dapat tumbuh dengan baik, tetapi pada tanah yang kandungan airnya cukup tinggi pohon ini umumnya tumbuh pendek.  Tanaman ini tumbuh di daerah bercurah hujan 500 – 1.500 mm/tahun, bahkan tetap hidup pada curah hujan 350 mm jika diberi irigasi saat penanaman.

Benih Jambu Mete (Anacardium occidentale L)

Merupakan jenis asli daerah brazil dan menyebar ke Amerika Tengah dan Selatan.  Bangsa Portugis membawa tanaman ini Ke India, dan Afrika Timur yang akhirnya masuk ke Srilanka, Malaysia dan Indonesia.  Tingkat keasaman tanah yang paling baik adalah pada kisaran pH netral, yaitu sekitar 6 s.d 7 dengan ketinggian tempat yang optimum adalah 600 mdpl.